Google+

Ulasan Videoklip “Gajah” Dari Kawan Yang Berkenan

Leave a comment

September 4, 2014 by willamnasution

“Gajah” adalah salah satu album yang patut dirayakan di tahun 2014 ini, termasuk juga salah satu singelnya yang berjudul sama. Diantara, tentu saja, singel-singel lainnya yang juga memiliki daya tarik tersendiri. Menurut saya Tulus memiliki posisi yang unik di kancah blantika musik tanah air. Ia seolah datang entah darimana, tiba-tiba, melawan arus utama, tapi bagi banyak orang hal itu sekaligus dapat membasuh kerinduan kita akan lagu-lagu bagus dengan cerita yang sederhana.

Seperti juga nama sang musisi, begitu jugalah kiranya lagu-lagu yang dipersembahkan kepada kita. Ia tidak berusaha menjadi apa-apa dalam nyanyian, kecuali menjadi dirinya sendiri, Tulus, setulusnya. Dan hal itu jugalah yang kiranya telah lama hilang. Ada cerita yang ingin dia sampaikan dengan caranya sendiri. Dan itulah yang menjadikannya begitu unik. Membuat kita masuk ke dalam dunianya, berlayar, mengalir lewat berbagai irama.

Lagu “Gajah” adalah salah satu lagu tersebut. Sebuah karya yang bagus, yang menurut saya apapun itu, bukan hanya lagu, tidak hanya memiliki cerita dan dapat dengan mudah diterima, namun juga menggugah. Sebuah karya kemudian akan memiliki berbagai tafsir, termasuk juga lantunan musik dan syair lagu. Yang lalu bisa menjadi salah satu referensi untuk pembuatan video klipnya. Dan sebagai sebuah karya lanjutan, seharusnya, video klip dapat meneruskan atau justru semakin mengukuhkan inspirasi yang telah tertanam.

Tapi menurut saya yang terjadi dalam video klip “Gajah” karya sutradara Syauqi Tausikal adalah justru yang sebaliknya. Saya ucapkan ini dengan segala kerendahan hati. Visualisasi video klip “Gajah” yang dominan menampilkan gajah bagi saya terlalu frontal. Sehingga seolah lagu “Gajah” hanya berkisah sebatas tentang gajah itu sendiri. Padahal banyak makna lain yang dapat kita peroleh dari lagu tersebut. Seperti salah satu diantaranya, yang bagi saya lebih berkesan, adalah tentang pertemanan masa kecil.

Maka dari itu karya lanjutan dari lagu “Gajah” yang divisualisasikan lewat video klip ini, bagi saya, belum berhasil melanjutkan, memperdalam atau memperjauh jangkauan inspirasi dan imajinasi yang sebelumnya dihadirkan hanya lewat audio, namun justru hanya sekedar di permukaan. Gajah dalam lagu ini adalah sebuah simbolisasi yang seharusnya bisa lebih seru dipermainkan secara visual oleh sang sutradara sehingga dapat menggali sekaligus berusaha menggapai berbagai makna yang terkandung di dalam nuansa musik maupun lirik lagunya.

Begitu juga dengan tayangan suasana hutan yang polos dan natural, yang mungkin ingin menampilkan kesan kesederhanaan dari lagu ini, tapi kesan itu hanya sekedar tampil namun tidak betul-betul hadir. Walaupun begitu saya menyukai tayangan pembukanya yang menggambarkan mega. Juga tayangan setelahnya ketika kamera dari jauh menampilkan lanskap alam dengan Tulus yang sedang berjalan ditengahnya.

Saya sendiri sama sekali dan tidak bermaksud ingin memperdebatkan kapabilitas Syauqi Tausikal sebagai videomaker. Berbagai karyanya juga berbagai musisi yang disutradarinya, bagi saya, menunjukan reputasi yang mumpuni dalam membuat video klip. Untuk itu saya memberikan apresiasi yang tinggi.

Sangat mungkin “Gajah” akan menjadi salah satu singel dan mungkin juga album yang tak lekang dimakan jaman atau setidaknya punya tujuh puluh tahun untuk bertahan. Anggap saja ulasan ini sebagai semut kecil yang justru tidak perlu dihindari, melainkan sebagai kawan yang berkenan. Selamat dan salam.

Advertisements
«

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Arsip

%d bloggers like this: