Google+

Bermain Di Taman

Leave a comment

January 26, 2014 by willamnasution

FxCam_1390647122856

Bermain di taman adalah kebahagiaan yang sederhana. Beralaskan rumput hijau memanjang, memandang tinggi angkasa biru dan gulungan awan-awan kembara. Bernafas bersama limpahan cahaya di ruang terbuka. Sendirian atau bersama orang-orang tersayang, tetap saja menjadikannya pengalaman yang penuhi jiwa. Tidak ada tujuan tertentu atau agenda yang perlu dipersiapkan. Di taman kota kita bisa berlarian, bisa tidur-tiduran sambil melamunkan tajuk pepohonan, bisa hanya duduk dan melepas pandangan, membaca buku, menggambar, berbicara diantara kota, bercanda ria atau apa saja. Dalam pengalaman saya kali itu di taman kota kami mengantarkan senja yang bercahaya. Sinarnya merayap redup tapi berbekas di bola mata istri dan anak saya. Sorot mata dan simpul senyum. Merekah. Penuhi waktu dengan sederhana di taman kota.

Namanya Phereina, hampir satu tahun setengah umurnya, dan di taman kota itu dia mengumpulkan patahan ranting-ranting, menunjuk dedaunan yang tergeletak di rerumputan juga yang bergetar di batang pohon, mengejar burung-burung, menapakkan langkah-langkah kecilnya diantara ayah dan bunda.

Kami tidak sendirian disana, banyak orang lain yang juga sama. Tidak melakukan apa-apa, hanya menikmati senja, menikmati kota dan bernafas bersamanya. Sebuah pemandangan yang menyenangkan ketika ruang publik didesain dan dipersiapkan, mengundang orang-orang untuk berhenti dari lalu lintas, menjadi sebuah tujuan baru. Sebuah area yang selama ini menghilang dari kehidupan. Dan ternyata dirindukan. Karena jika tidak kami bertiga dan orang-orang yang bermain ditaman itu tidak mungkin mau meluangkan waktunya untuk menjejakkan kaki disana.

Sebuah senja yang sederhana di sepenggal taman kota. Gugur daun berkilau dalam masa. Hidupkan kami, menyemai suka cita. Terekam bahagia. Dan tentu saja di hari-hari lain kami akan berkunjung lagi kesana. Dan itu baru satu taman diantara taman-taman yang baru bermekaran di kota Bandung. Masih banyak lagi kiranya taman yang kami akan singgahi. Saya bersyukur taman-taman itu mulai hidup, mulai memiliki jiwa dengan berbagai aktivitas warga kota yang mampir disana. Karena selama ini wujudnya tak ubahnya kuburan tanpa Lebaran. Memang, belum semua taman rampung ditata dengan wajah baru. Dan semua orang pasti memiliki taman favorit yang berbeda. Tapi saya yakin taman-taman itu dapat menampilkan senyum di wajah kita. Seperti kami di senja itu.

Yang menarik dari taman-taman itu adalah dalam waktu yang singkat keberadaannya telah menciptakan sebuah budaya baru. Budaya bermain di taman. Meluangkan waktu di ruang publik dan merasa memilikinya. Bernafas bersamanya melalui pohon dan tanaman yang ditata. Sebuah budaya baru yang perlu dipelihara begitu juga dengan kejelitaan taman-tamannya. Sehingga tidak cepat pudar dan sirna.

Kiranya akan lebih menyenangkan jika kita bisa bermain dari satu taman ke taman lain. Melompatinya seperti hopping island di tengah kota. Dari Taman Cibeunying misalnya sore hari itu, melompat ke Taman Bunga Pustaka, lalu ke Taman Lansia, lalu kembali lagi. Atau bisa lanjut ke Gasibu, kemudian taman Monumen Perjuangan, lalu kembali lagi ke awal dengan menggunakan angkot. Di setiap taman itu ada sebuah selebaran atau papan pengumuman dalam bentuk grafis mengenai sebaran taman yang ada, ekspektasi apa yang bisa ditemukan atau bisa dilakukan disetiap taman itu, berapa jarak dan waktu yang perlu ditempuh dengan berjalan kaki atau dengan jenis transportasi publik tertentu. Sehingga terdapat berbagai pilihan rute untuk menikmati berbagai taman di kota Bandung. Untuk berjalan kaki bersama kota dan menghirup udaranya.

Bukankah kota Bandung didirikan dan dicintai karena udaranya yang nyaman? Karena pemandangan alamnya yang asri dan menginspirasi, yang indah serta ramah seperti juga di setiap temu sapa orang-orangnya? Belakangan mungkin kita lupa akan itu atau terlena dalam kesibukan. Sudah saatnya kita kembali merayakannya, kembali menggalakannya. Dengan begitu kita telah menempatkan kota Bandung kembali ke hakikatnya. Menjadi sebuah kota pejalan kaki. Kota kembang. Kota taman-taman.

Informasi mengenai taman itu juga kiranya perlu dilengkapi dengan tempat area parkir terdekat, tempat ibadah, dan tempat jajan. Selama ini kita hanya memikirkan itu sendiri-sendiri. Sudah saatnya kita merembukkannya, mengundang lebih banyak orang lagi untuk bermain di taman, untuk merasakan udara kota, menikmati sepenggal senja atau waktu lainnya, agar lebih banyak lagi jiwa-jiwa yang terpenuhi dengan rasa suka cita. Supaya pilihan ruang di tengah kota terus bertambah banyak, menjadi sebuah gagasan bahwa banyak alternatif yang dapat dilakukan di tengah kota dan itu semua tidak perlu mengeluarkan banyak biaya. Kita harus membuat rute-rute itu, menjadikan taman-taman layaknya hopping island, sehingga semua taman saling terhubung, interconnected dan interrelated. Menjadi sebuah benang merah dalam bentang garis hijau di tengah kota.

Dengan segala kerendahan hati, sebagai warga kota biasa, kita perlu membuat semua orang Bandung ataupun pengunjung untuk jatuh dan jatuh hati lagi padanya. Pada kehidupan kota. Pada kejelitaannya. Seperti kami di senja itu. Kami ingin senatiasa bermain disana meski hanya bisa dalam angan, menjadi bagian orang-orang yang sering datang dan menikmatinya, menjadi bagian dari budaya baru, rindu dan ingin terus bertemu.

Gagasan itu kiranya seperti daun yang melayang-layang jatuh dari ranting, berkilauan diantara cahaya, bermain bersama udara. Sebelum akhirnya dengan tenang mendarat, menderap terdengar bumi, kembali dalam pelukan alam raya. Cemerlang atau tidak bukan menjadi persoalan. Bukan itu yang menjadi tujuan. Saya hanya ingin menghembuskan nafas panjang dan lega setelah bermain di taman, di senja itu dengan orang-orang tersayang.

Saya harap suatu hari nanti kita bisa bertemu di suatu taman kota, mengobrol, berkenalan juga dengan anak dan istri saya, bermain, bercanda, apa saja, menikmati kota bersama tamannya. Sampai jumpa disana. Salam senyum kami pada kota dan taman-tamannya.

FxCam_1390648985286

Taman Cibeunying, 25 Januari 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Arsip

%d bloggers like this: