Google+

Pelangi

Leave a comment

January 1, 2014 by willamnasution

DSCN1520

Kamu dan aku akan melupakan hari-hari ini. Tiada jejak yang dapat kita lihat. Sekedar fragmen-fragmen memori yang retak. Tapi akan selalu ada benang merah yang menjuntai dalam sejarah. Cerita demi cerita yang terus dewasakan aku dan kamu. Seperti padang rumput yang coba terus kita dekati ujungnya tapi tak kunjung bertemu. Seperti pasir pantai yang kita jumpai kala liburan, terkumpul lalu melebur lagi bersama lautan. Waktu tidak mengumpulkan apa-apa bagi kita selain cerita, selain sepasang bola mata yang kian saat kian dalam sinarnya.

Menatapku. Menatap angkasa biru. Masa depan yang coba kita konstruksikan mimpi menjadi nyata.

Sudahkan aku berujar pada alam semesta betapa beruntungnya aku berjumpa denganmu? Sudahkah aku mengatakan pada rintikan hujan yang syahdu jika aku bersyukur bahwa orang itu adalah kamu? Pelangi di atas kota yang melengkung di saat senja begitu bermakna denganmu. Segala persoalan hidup mengalir bergemiricik bagai sungai bersamamu.

Dan sejak itu kita bersama, dan terus berdoa untuk sekiranya mendapat ijin untuk terus bersama. Dalam satu genggaman tangan. Dalam satu jalinan nafas sekalipun kita sedang berada dalam ruang yang berbeda.

Wahai, batinku. Dirimu membuat gunung-gunung di kejauhan begitu dekat tergapai. Menjadikan malam berbintang bagai peta menuju harta karun dunia. Dan segala senyuman, canda tawa, obrolan yang menyenangkan, membuatku jatuh dan jatuh hati lagi pada kehidupan. Kamu membuatku memiliki alasan untuk terus berjalan dalam berbagai cuaca.

Sudahkah aku mengatakan itu semua padamu? Mungkin tidak lewat tutur kata tapi lewat segala hal yang kulakukan dulu dan kini. Fragmen-fragmen yang terus kita ulang dan ceritakan. Rekaman-rekaman ingatan yang terus kita simpan dalam hati. Kuingin jalani seterusnya denganmu. Menjahit baju. Memilin cerita hidup kita. Menatapku. Angkasa biru.

Untuk itu aku terjaga dikala pagi. Untuk itu aku terlelap dikala malam. Untuk terus setia menemukan diriku dan menjadi yang terbaik sepanjang waktu. Terlaksana atau tidak segala proyek yang kita pernah bicarakan, bukanlah masalah utama. Karena yang terpenting bagiku adalah aku menjalani itu semua dengan kalian. Dengan orang-orang yang paling kusayang.

Pelangi, terangi. Senja, sinarkan. Matamu di suatu senja yang tidak akan pernah aku lupakan. Kupeluk dan kukecup dalam setiap langkahku menuju ketidak pastian. Tak mungkin aku lupakan, telaga. Segala kepingan cerita hidup kita. Jendela, kota. Baju yang kita pakai dan cuci lagi. Tergantung di lemari. Menyimpan berjuta cerita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Yang Paling Banyak Dibaca

Arsip

%d bloggers like this: