Google+

Tualang Dunia

Leave a comment

February 20, 2013 by willamnasution

DSCN1680

Sebuah bola dunia berputar diantara kita. Sengaja lampu kamar kita gelapkan agar lampu dalam bola dunia itu berpijar. Kita putar begitu cepatnya hingga benua-benua dan samudra memudar, jarak dan waktu, koordinat dan geografi, iklim dan suhu, semua menyatu.

“Beritahu lagi, ayah. Kemana saja paman-paman sudah pergi melanglang buana?” tanyamu.

Kamu masih kecil waktu itu. Rumah kita baru saja berdiri, masih tercium bau cat disana-sini. Malam sudah menaungi tapi kamu menagihku untuk terus bercerita.

“Mari kita lihat, akan ayah tunjukan padamu. Pamanmu, paman Wedana, sudah pernah kesini ke Amsterdam, Belanda. Lalu tidak jauh darisana kesini Brussel di Belgia. Dari sana dia berlibur ke Prague, disini di Ceko, lalu ke Paris, Perancis. Ke Barcelona di Spanyol, dan dia juga pernah ke London, ini Inggris. Oh ya dan dia juga pernah ke Swiss ke Jenewa, juga ke Dublin di Irlandia”

Kamu memerhatikan dengan seksama setiap jari yang saya tunjukan pada bola dunia.

“Lalu?” suaramu.

“Lalu… di Asia, di benua Asia ini, dia pernah ke Hong Kong, Singapura tentu saja, lalu ke Seoul, Korea dan Tokyo ini di…”

“Jepang” sahutmu.

Ya, anggukku. Mata kita bertemu.

“Kalau Amerika?” lanjutmu.

“Hmmm dia pernah juga ke benua Amerika,” kuputar bola dunia, “ dia pernah kesini ke Lima, di Peru. Nah ini dia” tunjukku.

Dirimu hening menyimak setiap tuturan kata.

“Ada lagi?”

Tidak, gelengku.

“Kalau begitu, paman Nagara sekarang” gagasmu.

“Mari kita lihat, paman Nagara, dia pernah ke Bangkok di Thailand, bermain juga ke Hanoi di Vietnam, ini. Singapura sih jangan di tanya, lalu ke Kuala Lumpur di Malaysia, lalu ke sekitar Mumbai di India, juga ke Doha di Qatar, nah ini. Lalu hmm… kalau ke Eropa dia pernah ke sekitar London, Inggris, dua kali, ke Berlin dan Bonn di Jerman. Nah dia juga pernah ke Stockholm, Swedia. Lalu apakah kamu masih ingin tahu?”

Ya, angguknya. Tentu saja.

“Dia pernah ke berbagai kota di Amerika, membentang dari wilayah timur ke barat. Washington, San Fransisco, Los Angeles, hmmm ayah lupa yang lainnya. Terus dia juga pernah kesini, ke Santiago disini, di Chili.”

Kemudian bola dunia itu berhenti. Membayang terangnya di bola matamu.
“Sekarang ayah, kalau ayah pernah kemana saja?” suaramu.

“Ayah belum pernah kemana-mana, anakku. Mungkin akan nanti. Tapi… mungkin juga tidak pernah”

“Mengapa?” tanyamu.

“Ayah dan bunda harus merawat opa dan oma, kan? Kamu tahu itu. Kalau kami pergi lalu siapa yang menjaga mereka?”

Kamu terdiam. Melamun. Menunggu kantuk yang juga tak kunjung datang. Pikiranmu mengawang ke lemari pakaian ayahmu. Disana tergantung kaos-kaos dari setiap negara yang pernah dikunjungi oleh paman-pamanmu. Kaos yang dirimu jarang melihat dipakai oleh ayahmu.

Kuberkata dalam hati bahwa bola dunia di matamu, yang selalu cemerlang, berkilau dan terang kini, adalah benua-benua dan samudra-samudra yang selalu ingin kukunjungi, melanglang dan tualang, setiap hari.

Bola dunia itu kupadamkan dan kamarmu menjadi gelap. Kamu tidur telungkup. Bermimpi suatu hari nanti kita bersama bisa melakukan itu lagi. Tapi kali ini kota-kota dunia yang kutunjuk adalah kota-kota yang pernah kita jejakan kakinya bersama.

Selamat tidur anakku. Bermimpilah yang indah. Mimpi indah ayah adalah dirimu, melihat kilau bola matamu, mendengar suara dan segala celotehmu, menatapmu tertidur lelap. Dan itu sudah seluruh dunia, dan itu sudah seluruh alam raya.

Kututup pintu. Kumatikan semua lampu, kuberlalu, membetulkan foto keluargaku semasa kecil dulu. Dalam senyap, dalam gelap. Kurebahkan diriku di tempat tidur, di sebelah bundamu. Menatap langit-langit, menunggu kantuk.

Tapi dalam pejaman mataku. Masih dapat kulihat bola dunia itu berpijar, memudar jarak dan waktu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Yang Paling Banyak Dibaca

Arsip

%d bloggers like this: