Google+

Kugenapkan

Leave a comment

August 11, 2011 by willamnasution

Kehidupan adalah obrolan yang menyenangkan. Di senja yang sederhana akan cahaya. Di pinggir taman, dan terus menumpuk energi. Hingga pulang dengan kenangan. Cahaya di hatimu, hatiku.

Senyuman tipis, rambut yang tersibak tiupan angin lembut. Alis yang naik turun dan selubung kata penuh awan yang bercanda di angkasa. Menyusun cerita-cerita yang dibawa masa lalu kehadapan kita.

Menyusuri kota hingga malam tiba. Berbagai piring kosong di meja restoran. Berbicara tak kenal waktu. Sehari ini kita lupa dengan segala berita yang dikliping dunia. Dunia ada di pundakmu ketika kukalungkan lengan dan kita berjalan. Dunia ada di pinggulmu ketika kusimpan tanganku perlahan.

Dunia ada di setiap langkah yang kita lewatkan. Ada di puncak es krim yang kita telan perlahan. Layang-layang yang tinggi dan segala barang jual beli. Berbagai cahaya dan warna-warni di berbagai gerai toko.

Jalan pulang yang sepi jalan penuh ketulusan mengantarkan. Aspal beradu dengan roda ban. Lampu-lampu kota yang tinggi terlewati. Melengkung dan kedinginan, tapi tidak dengan harapan.

Bulan setengah terlelap dengan puisi yang senyap tapi penuhi malam. Hari-hari yang penuhi hati. Manusia-manusia yang mencari jiwa untuk dipeluk hingga dini hari nanti. Kutemukan dalam dirimu. Kutemukan diriku lagi hari ini lewat senyummu.

Novel-novel penuh kesedihan kusudahi, dan di kamar kuterbaring dengan bunga-bunga ingatan. Tak sabar menggapai ponsel dan meneleponmu di pagi hari untuk sekedar bertanya kabar atau mengabsen sarapan pagi.

Sejuta senja dalam hidup kita berulang kali dengan berbagai warna angkasa. Surat cinta yang ditulis dan dihapus lagi karena tak ada kata yang dapat menggambarkan tumpah ruahnya rasa. Jangan ucapkan apa-apa. Tidak rindu ataupun kata ingin cepat berjumpa dengan dirimu lagi.

Tenggelam dalam berbagi warna, dalam mimpi dan harapan akan senja berikutnya. Ketika musim panas bersemi di seantero kota dan burung-burung bersiul ceria dan dedaunan berkilau ditimpa sinar sang kala.

Kucoba rumuskan fisika yang mengudara di antara kita, tapi tak akan pernah ada yang bisa. Kucoba carikan kunci jawaban, tapi tidak akan pernah ada yang benar ataupun yang salah. Langkah-langkah kita akan selalu bersinar. Senyum-senyum kita akan selalu tertanam dalam. Dan obrolan kita akan selalu menyuburkan.

Hidup kita tertancap dalam obrolan di senja itu, di angkasa itu, di cahaya cakrawala itu, di sisi taman itu, di warna-warni tumbuhan itu, diantara kata-kata yang terucapkan itu, diantara jawaban dan bantahan itu, diantara tawa yang membuai suara itu.

Tidakkah kamu sadari, hidup kita bermula darisana? dari sesuatu yang tidak direncanakan, ringan dan sederhana. Dan selama kita menganggapnya seperti itu, selama itu juga hidup akan bahagia apa adanya.

Kugenapkan hidupku untukmu di senja itu. Kuamini dan kugenggam erat suara hatiku yang menyebut dan menyebut lagi namamu sepanjang waktu. Masa yang semoga Tuhan ijinkan akan kita bagi bersama selamanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Yang Paling Banyak Dibaca

Arsip

%d bloggers like this: