Google+

Kaset Kultur

Leave a comment

June 3, 2011 by willamnasution

cassette(1)

Ada sebuah budaya yang hilang ketika kaset mulai lenyap ditelan jaman. Sebuah budaya yang telah membentuk suatu generasi, suatu karakter masyarakat, suatu pengalaman yang individual sekaligus universal. Jaman memang terus bergerak dan berubah, tapi tidak berarti dilupakan.
Engsel kotak kaset berbunyi ketika dibuka. Terdengar gemetar kaset jika terguncang. Gerusuk ketika dimasukan ke dalam tape deck. Bunyi ketika memijit play dan stop. Dengungan yang ditimbulkan waktu memencet ffwd atau rew. Memasukan jari ke salah satu lubang untuk memutar reel pita yang bergigi atau memutarnya menggunakan bolpoin. Mengulur pitanya jika kusut, menyambungnya jika putus. Tersangkut. Bertanya side A atau B? Membalikan kaset hanya dengan putaran jari jika satu side sudah habis. Melihat lingkaran pita di satu reel perlahan tergulung berpindah ke satu reel disebelahnya. Merekam lagu di radio. Membuat kompilasi atau mix tape. Masuk kedalam mobil seseorang dan mengecek lacinya, karen biasanya disana tersimpan kaset-kaset. Pergi ke toko kaset, mencari-cari kaset. Meminjam dan mengembalikan kaset. BT jika salah satu engsel kotak kasetnya patah. Dst.

Semua itu tidak akan teralami lagi oleh generasi yang akan datang. Kebiasaan sehari-hari yang dialami bersama kaset lewat gerakan, pendengaran, sentuhan, percakapan, motivasi ekonomi, hubungan sosial, dst punah sudah.

Seorang ilmuwan sosial di suatu masa nanti akan meniliti perbedaan karakter yang dilahirkan oleh budaya kaset maupun sebelumnya, juga CD dan kemudian era digital seperti sekarang. Filosofi apa yang terdapat dalam pengalaman-pengalaman tadi yang mewarnai sejarah dunia ataupun perkembangan watak individu.

Saya hanya rindu kebiasaan itu. Kaset yang telah membentuk saya dulu, dan terus meninggalkan jejaknya lewat lagu-lagu yang tidak akan terlupakan hingga nanti. Secara tidak sengaja saya mendengarkan kembali koleksi kaset saya, dan justru baru heran mengapa benda itu dinamakan kaset.

Ternyata, wujud dan istilah kaset pertama kali muncul pada tahun 1963 di sebuah pameran di Berlin. Nama aslinya adalah compact cassette (istilah compact seperti juga pada compact disc atau CD). Tapi baru sejak tahun 1965 kaset mulai populer dan mulai disebut dengan kaset saja. Adalah perusahaan Phillips yang pertama kali membuat prototipenya, lalu dibuat secara masal oleh pabrik BASF yang aslinya, dan masih ada hingga sekarang, sebuah prabik kimia (chemical company).

Terus terang saya tidak menemukan penjelasan mengapa ia diberi nama cassette. Sampai akhirnya saya curiga kalau istilah itu berbau Prancis (seperti Alanis Morissette, roti baguette, dll). Dan ternyata benar, dalam kamus bahasa Prancis cassette berarti harta karun.

Pada masanya kaset telah merubah hidup banyak orang. Kaset memiliki suatu arti tertentu di setiap hati pribadi yang hidup pada jamannya. Kini toko kaset sebagai pusat kebudayaan generasi kaset hampir semua tinggal sejarah. Di Bandung semoga bangunan di Jl. Ir.H Juanda no 36 akan tetap lestari. Menjadi monumen bagi sebuah generasi, sebuah budaya, untuk mengingatkan apa yang pernah dekat dalam kehidupan suatu kota. Suatu saat kita bisa bercerita pada generasi mendatang bahwa disana ada Aquarius Dago, salah satu tempat jualan kaset yang terbesar di Bandung dari tahun 1986 hingga akhir tahun 2009.

Dan sejarah juga budaya kaset, seperti juga setiap sejarah dan budaya, sebaiknya dicatat, diceritakan dan diteliti kembali. Agar menjadi cermin bagi setiap generasi mendatang, agar mereka bersyukur dengan apa yang jaman telah bawakan untuk generasinya. Agar mereka mengenal akar, asal usul segala sesuatu yang ada dalam budayanya. Karena setiap jaman memiliki benang merah bagi peradaban, dimana pernah ada dalam suatu masa kaset merupakan sebuah harta karun bagi suatu generasi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Arsip

%d bloggers like this: