Google+

Untukmu

Leave a comment

July 9, 2010 by willamnasution

Akan berarti seperti dunia jika kupalingkan wajah dan yang kulihat adalah dirimu. Senyummu. Semua berjalan dalam gerak lambat, dalam binar cahaya yang lembut mengisi ruang, terus berulang dan berulang dalam bayangan.

Betapa lucunya jika kita berdua tertawa. Cahaya siang yang terang menembus jendela. Angkasa biru. Dedaunan bergetar semilir angin. Udara berhembus melingkupi ruang yang terjeda tanpa bahasa. Hanya tatapanmu, binarmu, asa.

Dan kita berbicara tentang kota-kota di dunia. Tentang bangunan-bangunan ciptaan manusia. Tentang mimpi-mimpi, dan kita tertawa dan tertawa.  Sambil terkulai kita melihat bintang-bintang, berharap jika salah satu dari kita tertidur, salah seorang kita terjaga dan salah seorang dari kita menemukan masih ada kita disitu.

Masih banyak konser musik yang ingin kita lihat. Masih banyak pemandangan lanskap bumi yang ingin kita lewati. Jendela dan gerbong kereta api yang ingin kita bagi.

Bersamamu seperti keliling dunia. Seberantakan apapun kamarku sekarang, apapun yang ingin kuutarakan sekarang, kata-kata apapun yang keluar dari pembicaraan kita dulu dan nanti, aku bersyukur seperti kita suka berteduh dibawah pohon yang rindang itu, bahwa itu adalah dirimu. Dan bersama kita arungi angkasa, dan bersama kita menatap awan-awan yang berlayar di atas sana.

Kemanapun kehidupan membawa kita, di setiap sela rintik hujan yang bercucuran kuharap aku masih dapat menggapai tanganmu. Kupeluk dirimu dan tak akan pernah kulepaskan.

Jadikan aku untukmu jika itu pelangi. Gunung-gunung yang ingin kita jelajahi. Alam raya dan segala buku yang ingin kuceritakan padamu. Tersenyumlah untukku dunia, tersenyumlah untuk kami. Aku tidak tahu itu apa. Aku tidak mengerti dan tidak semua harus kumengerti mengapa. Di dalam rumah yang kita rancang sendiri itu, disana aku berpaling dan kutemukan dirimu, berjuta kali, seperti mata air yang hapus dahaga.

Tidurlah disisiku dan hapus semua mimpi. Karena mimpi sudah turun ke bumi berjuta kali dalam setiap waktu yang habiskan ruang, kubagi bersamamu.

Dibawah senja yang indah, diantara sapuan warna yang mengganti hari, mencelupkan malam, melahirkan pagi. Dibalik kursi ini aku akan berpaling dan menemukan dirimu. Selalu dan selalu. Dirimu yang berarti. Puisi hidupku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Arsip

%d bloggers like this: