Google+

Gadis Ulang Tahun

Leave a comment

March 7, 2009 by willamnasution

Seandainya bisa kupeluk selalu dirimu di setiap hari ulang tahunmu, sejak dulu hingga nanti. Maka aku bahagia.

Jam dua belas malam lima tahun yang lalu, kau peluk diriku. Setengah jam, satu jam, dua jam sebelumnya kau minta aku tidak pulang dari rumahmu. Beberapa bulan sebelumnya, di depan pagar rumahmu, kamu baru saja menertawaiku. Aku, bermaksud menjadi pacarmu.

Aku kira kamu akan marah, aku kira kamu tidak setuju, tapi kamu malah ketawa. Cara yang aneh untuk menolak harapan seseorang. Tapi tidak lama kemudian kita pacaran, dan tidak lama kemudian kamu memintaku untuk tetap disana sampai tengah malam.

Apa saja adalah segalanya untuk seorang gadis yang baru berulang tahun ke tujuh belas. Maka aku setuju untuk tetap duduk di sampingmu.

Dan ketika hari baru saja berganti tanggal, kau peluk aku. Kita pun saling tersipu, dan kembali berpelukan. Aku, pacarmu. Dan kamu adalah gadis ulang tahunku.

Tiga tahun kemudian kita sama-sama menanti hari ulang tahunmu. Kali ini di rumah seorang teman dalam pesta kejutan yang mungkin sudah kamu curigai sebelumnya. Tapi kamu tetap tersipu dengan cara yang sama. Tersipu layaknya gadis ulang tahunku.

Waktu berlalu dan kini kamu sudah 21. Aku berdiri di depan pagarmu, masih pacarmu. Tengah malam lewat kubangunkan tidurmu. Lalu kamu kembali tersipu, seperti lima tahun lalu, seperti dua tahun lalu, seperti biasanya ayah dan ibumu mengulangtahunkan dirimu dulu.

Dibalik punggung kubawa seikat bunga berjumlah usiamu, dibalik pagar rumahmu, dan dibalik itu semua tercipta segala adegan perpisahan yang kadang mesra, kadang penuh amarah. Seketika melihat apa yang kubawa kaupun memelukku. Pelukan yang kutunggu setiap tahunnya. Dan kamu kembali jadi gadis ulang tahunku.

Tahun-tahun berlalu tak terasa penuh dengan kenangan, dan aku berharap cuma aku yang selalu ada lewat tengah malam, ketika hari baru berganti menjadi hari ulang tahunmu. Berpelukan selalu. Pelukan gadis ulang tahunku.

You are so special. Je’taime beaucoup ma cherie. Tiamo tante.
Kini kurindu.

Bunga itu kau simpan dalam vas di kamarmu, dan sejak itu perlahan mulai layu. Tapi tidak dengan dirimu, tidak kamu. Tidak pernah. Tidak dalam hidup kita bersama.

I love you. Itu, cuma itu yang coba kubilang padamu. Semoga kau selalu tahu. Bahagia seperti aku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Yang Paling Banyak Dibaca

Arsip

%d bloggers like this: