Google+

Apa Kabarnya Tuan?

Leave a comment

May 20, 2008 by willamnasution

Tuan, mengapa tuan begitu cengeng? Sajak tuan begitu menikam, mencabik-cabik, dan menyeret luka yang tersisa di padang tandus berkerikil.
Tuan, tuan adalah serigala yang basah matanya. Tuan melolong di malam hari. Tapi langit malam terlalu digdaya bahkan untuk seekor predator yang kejam seperti tuan.
Tuan, jika peta-peta bintang mengijinkan kita untuk berjumpa. Jika tanah mengijinkan kita berdiri dalam waktu untuk bertemu.
Akan kucium tangan tuan. Tangan yang menggoyangkan pena dari samudra yang tak pernah reda badainya.
Tuan, kucoba sandingkan kata-kata yang tuan petik dari belukar penuh duri itu. Kucoba pahami, tapi tak ada yang kumengerti selain lirih dalam jeritan yang jeritannya paling sunyi.
Buku puisi yang tuan berikan, tak pernah kukuh kata-katanya, selalu saja berhamburan ke tanah. Lalu kurajut kembali kata demi kata, dan jadilah hamparan padang rumput
tempat kukecil berlari dan kuburanku nanti.

Tuan, tuan penyair, profesor dalam kata-kata. Tapi tuan kurang ajar menggunakannya. Tuan membuat saya -seorang yatim dalam dunia sastra- semakin percaya bahwa kata-kata bukan mantra atau senjata, tapi
alam semesta.

Tempat siklus kehidupan bergulir dalam segala bentuk kepedihan, mimikri Yang Maha, yang tidak datang dari mana-mana dan tak akan pergi kemana-mana. Tuan, ijinkan saya menyeru dengan kata-kata yang tuan sandingkan. Ijinkan saya menyalami tangan tuan.

Karena tuan, dan padang rumput itu, dan samudra, dan Sang Maha, adalah kata adalah fana adalah aku dan saya dan segala ketidak tahuan saya akan apa-apa. Ijinkan saya tuan, memungut kata-kata yang jatuh dari buku puisi tuan. Tak ada yang ingin kulakuakan selain memeluknya dan terlelap bersamanya di atas ranjang yang tidak lain dan tidak bukan menghantarkan diri saya ke dalam alam yang tak seorang pun pernah melihat petanya.

Tuan telah mati bersama puisi-puisi yang tuan lahirkan. Dan baru kini kuziarahi pusaranya
bersama sekedar taburan bunga.
Kalau boleh jujur tuan, saya ingin mengatakan sesuatu pada tuan. Tuan bukanlah serigala, tapi tuan adalah anjing!

 

Untuk Sapardi Djoko Damono

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Yang Paling Banyak Dibaca

Arsip

%d bloggers like this: