Google+

Senja-Senjaku

Leave a comment

May 3, 2008 by willamnasution

Siapapun bisa menghitung sore yang pernah dilewatinya semasa hidup. Tapi jumlah senja yang diingatnya? Tak akan ada yang sama.
Sepanjang usia bumi tak pernah ada senja yang sama.

Seorang manusia mungkin akan lebih banyak menghadapi kegagalan dibandingkan keberhasilan. Tapi itu justru yang membuat sekecil apapun keberhasilan bernilai dan memiliki arti.
Sore ini aku berhasil menemukan kembali cahaya senja yang membayang di atas rerumputan. Sore ini aku berhasil menemukan kembali bayangan wajahmu di bawah sinar lembayung.
Aku berhasil kembali dari lupa kalau kita pernah membagi waktu, menjadi satu, bercahaya layaknya tatapanmu yang berpijar lewat senyuman.
Seberkas keabadian.
Kenangan
yang menyusup berbalut selimut lembut kehangatan.

Sore akan menjelma malam. Dan besok, sore akan menjelma malam kembali. Kusebut namamu dalam hati dengan berbagai macam warna senja yang kutatap di jendela.
Tapi kukira, selama masih ada senja, selama itu juga kita tak akan terbagi.
Kukira, yang tidak kuketahui. Kamu seperti alam semesta.
Dalam palung hati ataupun puncak Himalaya, kehidupan terus bergulir dengan caranya sendiri.
Bertahan, berjalan, dan mati.

Senja-senjaku pernah jadi senja-senjamu, dan tak akan ada yang dapat merubah itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Yang Paling Banyak Dibaca

Arsip

%d bloggers like this: